Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Aktif sebagai Ruang Sosial Life bagi Warga Perumahan Jatibening Permai Kota Bekasi

Sitti Wardiningsih, Flourentina Dwiindah Pusparini, Serepina Tiur Maida, Sitinah Sitinah

Abstract


Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan sosial warga dalam lingkungan permukiman, khususnya bagi warga komplek Jatibening Permai Kota Bekasi. Taman Jatibening Permai merupakan RTH aktif yang membutuhkan perawatan karena penurunan kondisi fisik dan membutuhkan penambahan fasilitas untuk kelompok umur lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan taman sebagai RTH aktif yang menunjang aktivitas interaksi sosial warga dalam kehidupan sosial (social life) komplek permukiman Jatibening Permai. Metode yang dipakai adalah observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi kegiatan perawatan fasilitas, pembersihan area lapangan, pengecatan bangku duduk dan alat permainan anak, penanaman ubi hias kuning rambat (Ipomoea batatas margarita), dan pembangunan area refleksi untuk aktivitas terapi kesehatan. Setelah pemantauan selama tiga bulan, ditemukan bahwa aktivitas sosial warga meningkat yaitu dimanfaatkannya fasilitas taman untuk kegiatan olahraga, bermain, rekreasi, sosialisasi, dan kegiatan ekonomi.

ABSTRACT

Green Open Space has an important role in supporting the social activities of residents in the residential environment, especially for residents of the Jatibening Permai Housing, Bekasi City. Jatibening Permai Park is an active green open space that requires treatment due to a decrease in the physical condition and additional facilities for the elderly age group. The purpose of this community service is to optimize the park as an active green open space that supports the social interaction activities of residents in the social life of the Jatibening Permai Housing. The method used was field observation and interviews. Community service activities carried out included facility maintenance activities, field area cleaning, painting benches and children's play equipments, planting of Ornamental Sweet Potato Vine (Ipomoea batatas margarita), and built a reflection path for health therapy activities. After monitoring for three months, it was found that the social activities of the residents increased, including the use of park facilities for sports, playing, recreation, socialization, and economic activities.

Keywords


kota bekasi; pemanfaatan; permukiman jatibening permai; ruang terbuka hijau; social life

References


Azhar, H. M., Hardilla, D., & Kurniawan, P. (2021). Public open space as unifying aspect of society: San Francisco City case. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 780(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/780/1/012027

Cahya, D. L., Widyawati, L. F., & Ayodhia, F. W. (2016). Evaluasi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bekasi. Jurnal Planesa, 7(1), 1–9.

Jayanti, C. (2016). Taman Kota di Kecamatan Pontianak Barat. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, 4(2), 92–107.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan, (2008).

Undang-Undang No 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, (2007).

Shakia, nisrina F., Sasongko, W., & Setyono, D. A. (2020). Rekomendasi Penyediaan RTH Publik Aktif di Kecamatan Kepanjen Berdasarkan Persepsi Masyarakat. Tata Kota Dan Daerah, 12(2), 71–82. https://doi.org/10.21776/ub.takoda.2020.012.02.2

Summan, M. M. A. (2019). The impact of open spaces in the social life : the case of Jeddah, Saudi Arabia.




DOI: https://doi.org/10.36914/jkum.v3i2.822

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Karya untuk Masyarakat

Publisher: Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita Copyright Web Analytics Made Easy - Statcounter